Praktek lainnya
dibawah Dr Susan Lim

Pusat

Screening dan Bedah Payudara
Bedah Kanker
Bedah
Laparoskopik Lanjutan
Bedah Robotik
Pengendalian Berat Badan
Bedah Lifestlye
Teknologi
Sel Induk

Back to In The News

Trinity College, The University of Melbourne, 24 Mei 2005
Press Release: Pelopor medis dan spesialis bedah terkenal merupakan orang Singapura pertama dan anggota termuda dari Trinity

Press release ini juga dapat ditemukan pada
www.trinity.unimelb.edu.au/news/media/2004/20040618.shtml


Dr Susan Lim menjadi sampul Majalah Prestige
Cerdas, penuh semangat dan inspirasi, alumni Trinity Dr Susan Lim (1977) adalah seorang pemikir yang konsisten dalam mengejar keunggulan. Beliau juga merupakan anggota terbaru dari Trinity College.

Ini merupakan penghargaan tertinggi yang dapat diberikan perguruan tinggi dan hanya kepada mereka yang berprestasi luar biasa.

Pada tahun 1990, Dr Lim menjadi orang pertama di Asia yang berhasil melakukan cangkok hati. Bagi kebanyakan orang, hal ini dapat menjadi puncak karir mereka. Namun Susan Lim tidak berhenti sampai disitu saja.

Digambarkan sebagai “dinamo ilmu kedokteran”, beliau terus mempelopori teknik-teknik baru, kali ini mempelopori penggunaan bedah dengan akses minim untuk gumpalan pada payudara dan kanker, dan memperjuangkan bedah robotik. Saat ini, beliau adalah pendiri, ketua dan CEO Stem Cell Technologies (SCTi), yang dalam kerjasamanya dengan Departemen Bedah, National University of Singapore, melakukan terobosan penelitian penggunaan sel induk dewasa dalam upaya menemukan pengobatan diabetes.

“Ilmu kedokteran begitu menggairahkan dan menawarkan potensi pembaharuan dan pempeloporan pekerjaan yang luar biasa untuk membantu manusia,” kata Dr Lim, selaku kapten sukarela pada Singapore Armed Forces, dan yang bantuannya juga meliputi dukungan kemanusiaan.

Pada tahun 2000, ketika Susan Lim menikahi Deepak Sharma, kepala Citigroup Private Bank for Asia-Pacific, the Middle East, and Japan, pasangan tersebut mendirikan Indiapore Trust Fund, dengan tujuan memberikan beasiswa untuk membantu “anak-anak yang berpotensi di daerah yang kurang mampu di Singapura dan sekitarnya”.

“Pemupukan jiwa kreatif dan kewiraswastaan pada orang muda adalah sangat penting bagi Singapura, terutama dalam menghadapi era globalisasi dan perubahan teknologi yang meluas,” papar Dr Lim, yang juga merupakan anggota dewan penasehat sekolah bergengsi di Singapura, Raffles Junior College.

Kegiatan amal Singapura pertama yang didukung oleh Indiapore Trust, melalui sumbangannya sebesar $ 50.000, adalah “Straits Times School Pocket Money Fund”, yang membantu perjuangan orangtua untuk membiayai sekolah anak-anak mereka. Sampai saat ini, Indiapore Trust telah memberikan sumbangan laboratorium ilmiah ke Raffles Junior College, dan menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu di Singapura dan India.

Lahir di Singapura, pendidikan Susan Lim membawanya ke Australia pada tahun 1974 melalui “Colombo Plan Scholarship” untuk mempelajari ilmu kedokteran./p>

Sebagai resident student di Trinity College, beliau berpartisipasi dalam program pengajaran medis dan sejumlah kegiatan olahraga, termasuk renang, lari, dayung dan tenis. Dr Evan Burge, pengawas Trinity College saat itu, mengetahui sejak pertama bahwa ada sesuatu yang istimewa dari mahasiswi ini.

Beliau menamatkan MBBS dengan predikat “first-class honours” pada tahun 1979, penghargaan atas nilai keseluruhan tertinggi selama tiga tahun pra-klinis.

Pada tahun 1984 Dr Lim menjadi anggota Royal College of Surgeons of Edinburgh, menerima penghargaan “GB Ong Gold Medal” sebagai kandidat terbaik dalam bidang bedah umum pada tahun tersebut. Tahun berikutnya, beliau menerima Beasiswa Churchill untuk mengejar gelar doktor dalam bidang immunologi pencangkokkan (transplantation immunology) di University of Cambridge.

Setelah memperoleh gelar PhDnya pada tahun 1988, Dr Lim kembali ke Singapura dan pada tahun 1989 naik posisi menjadi Associate Profesor Bedah di National University of Singapore, dan Spesialis Konsultan Bedah Umum Senior di National University Hospital.

Beliau melepaskan jabatan-jabatan tersebut pada tahun 1995 untuk merintis karir dalam praktek bedah pribadi, sebagai tambahan praktek pribadinya yang aktif, baru-baru ini beliau menerima pengangkatannya sebagai Associate Profesor di Bagian Bedah NUS dengan tujuan mengarahkan program penelitian sel induk dewasa.

Pada 2000, Dr Lim menerima penghargaan “Singapore’s Spirit of the Century” sebagai pengakuan atas keunggulan pribadi dan prestasi globalnya. Penghargaan ini ditentukan oleh masyarakat melalui pengambilan suara yang dilakukan melalui koran Business Times di Singapura.

Melalui jajak pendapat, Dr Lim juga terpilih untuk diabadikan tangannya di Museum Madame Tussaud, Singapura.

Dr Lim tetap menjaga hubungan dekat dengan Trinity dan bertindak sebagai pendukung aktif dari perguruan tinggi tersebut. Beliau menggambarkan pengangkatannya sebagai anggota sebagai sesuatu yang luar biasa untuk dilukiskan dengan kata-kata dan beliau merasa sangat terhormat.

Karena jumlah anggota Trinity College hanya terbatas sebanyak 30 setiap kalinya, pengangkatan beliau sebagai anggota kehormatan ini menunjukkan bahwa Susan Lim telah bergabung dengan kelompok yang sangat terhormat dalam komunitas internasional, akademi, bisnis dan pemimpin profesional, termasuk Senator Mechai Viravaidja, ‘’condom-crusader” melawan kemiskinan dan AIDS dari Thailand.

Beliau akan dilantik secara resmi sebagai anggota dalam sebuah upacara di perguruan tinggi tersebut yang akan melibatkan Paduan Suara Trinity College, yang telah mendapatkan pengakuan internasional.


SUSAN LIM SURGERY     COPYRIGHT 2003     ALL RIGHTS RESERVED     |     DISCLAIMER