![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Praktek lainnya dibawah Dr Susan Lim Pusat
|
Trinity College, 24 Mei 2005 Spesialis Bedah Pemikir Singapura dari Trinity College | Foto-foto pada Upacara Pelantikan
Press release ini juga dapat ditemukan pada
“Sementara revolusi digital telah mengubah apa yang kita lakukan, revolusi genetika mungkin dapat mengubah siapa diri kita. Masa depan adalah milik mereka yang melihat adanya kemungkinan-kemungkinan sebelum menjadi kenyataan.” Dr Lim berpidato kepada para undangan acara makan malam untuk merayakan pelantikannya secara resmi sebagai orang Singapura pertama dan anggota termuda dari Trinity College, University of Melbourne. Keanggotaan itu merupakan penghargaan tertinggi yang dapat diberikan oleh perguruan tinggi tersebut. Dengan pengangkatan tersebut, Susan Lim bergabung dalam kelompok terpilih - terbatas sebanyak 30 orang setiap kalinya - yang sangat terhormat, pemimpin komunitas internasional, termasuk Senator Mechai Viravaidja, ‘’condom-crusader” melawan kemiskinan dan AIDS dari Thailand, Dr Peter Hollingworth, mantan Gubernur Jenderal dari Australia, yang mengepalai upacara pelantikan Dr Lim, dan Profesor Richard Larkins, Vice-Chancellor, Monash University yang memberikan pidato pelantikan. Dr Lim - yang berhasil melakukan cangkok hati pertama di Asia pada tahun 1990, telah mempelopori bedah robotik, dan mengepalai penelitian yang menggunakan sel induk dewasa untuk mencari pengobatan diabetes – adalah resident student di Trinity College selama tahun-tahun klinis pendidikan sarjana kedokterannya di Melbourne. Beliau memberikan penghormatan kepada Trinity dalam pidato penerimaannya dan mengatakan: “Saya percaya bahwa prestasi saya yang diakui hari ini sebagian besar merupakan hasil pendidikan yang baik dan sistem penilaian perguruan tinggi ini. Hal ini telah membantu pengembangan pribadi, keseimbangan, integritas dan kesadaran internasional, dan memperbolehkan saya untuk bersinar.” “Penghormatan ini menyegarkan saya dan menambah komitmen saya untuk mendorong garis batas ilmu kedokteran” ujar Dr Lim. Pembicara tamu dalam acara makan malam tersebut, Jenderal Peter Dawkins, berbicara tentang “Big Ideas” – “moments of transforming change” yang telah mengubah peradaban. Beliau menduga bahwa “Ide Besar” saat ini adalah bioteknologi dan mengaitkan hal ini dengan Susan Lim, yang digambarkan sebagai seseorang yang memiliki “a sense of destiny” - naluri bahwa waktunya telah tiba bagi garis-garis batasan untuk ditantang. “Oleh karena itu, saya pribadi percaya bahwa beliau adalah pilihan istimewa sebagai anggota terbaru Trinity College,” ujarnya. Upacara pelantikan yang diselenggarakan di Kapel Trinity College dihadiri oleh tokoh terkemuka dari mancanegara, termasuk Bangladesh, Brunei, Cina, Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat, dan juga Australia, dan musik dipersembahkan oleh paduan suara Trinity College, yang telah mendapatkan pengakuan internasional. Untuk menandai acara tersebut, sebuah lukisan Susan Lim oleh artis John Young dibuka selubungnya oleh Deepak Sharma, suami Susan. Lukisan tersebut akan digantung di ruang makan Trinity College. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SUSAN LIM SURGERY COPYRIGHT 2003 ALL RIGHTS RESERVED | DISCLAIMER | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||